Pola Pendidikan Cerdas Kreatif Berkarakter Menurut Dr. Sumiarti

Dr. Sumiarti, M.Ag. lulus dengan predikat Sangat Memuaskan, tercatat sebagai doktor lulusan ke 307 UNY dan ke 53 Prodi S-3 Ilmu Pendidikan. Melalui disertasi dibawah bimbingan Promotor Prof. Dr. Sodiq A. Kuntoro, dan Ko-Promotor Prof. Dr. Sutrisno, Sumiarti berhasil mempertahankan disertasi berjudul  “Pola Pendidikan Cerdas Kreatif Berkarakter: Prasis di Rumah Kreatif Wadas Kelir Purwokerto”. Ujian dipimpin Direktur Program Pascasarjana (PPs) UNY, Prof. Dr. Zuhdan K. Prasetyo, M.Ed.

Menurutnya, pendidikan harus dapat mengembangkan manusia seutuhnya (holistic education), yaitu untuk mengembangkan manusia seutuhnya pada aspek intelektual, emosional, fisik, sosial, estetik dan spiritual. “Oleh karena itu, diperlukan pendidikan komprehensif atau holistik, yang mengintegrasikan  aspek the heart, the head dan the hand yang harus dikembangkan secara terpadu dan harmonis. Dengan kata lain mengisntegrasikan pengetahuan, budi pekerti, kreativitas, dan inovasi dalam satu kesatuan. Pendidikan komprehensif merupakan pendidikan yang mampu mengeksplorasi seluruh potensi peserta didik, antara lain   potensi kekuatan batin, karakter, intelektual dan fisik  sesuai dengan Renstra Kemendikbud 2010-2014, “ungkapnya.

“Realita di lapangan memperlihatkan bahwa pendidikan tidak selalu identik dengan pengembangan manusia secara utuh (mayoritas hanya mengembangkan aspek kognitif/the head). Selain itu, pendidikan sering diidentikkan dengan sekolah (pendidikan formal), padahal pendidikan berlangsung from the craddle to the grave, pendidikan berlangsung di rumah, sekolah dan masyarakat. Saat ini mayoritas masyarakat lebih mempercayai dan mementingkan lembaga pendidikan formal, dibandingkan pendidikan di rumah dan masyarakat, “tambahnya.

Saat ini mayoritas lembaga pendidikan lebih menekankan pada pengembangan kecerdasan dalam pandangan tradisional, yaitu kemampuan untuk menjawab item test of intelligence, bukan pada pengembangan berbagai macam kecerdasan yang dimiliki peserta didik sesuai dengan bakat dan kecenderungannya masing-masing (kecerdasan majemuk). Selain itu, kurang menekankan pada aspek divergent thingking yang merupakan salah satu tanda kreativitas.

Internalisasi nilai atau pengembangan karakter tidak diintegrasikan pembelajaran dan dalam hubungan formal dan nonformal antara pendidik dan peserta didik, atau dengan sesama peserta didik. Maka dari itu, diperlukan lembaga pendidikan yang dapat mengembangkan potensi manusia secara terpadu mulai dari aspek keragaman kecerdasannya masing-masing peserta didik, mengembangkan kreativitas dan sekaligus membentuk karakter yang baik/positif.

Salah satu lembaga pendidikan nonformal yang menyelenggarakan layanan pendidikan bagi anak-anak usia SD dan SMP adalah Rumah Kreatif Wadas Kelir (RKWK) yang berlokasi di kelurahan Karangklesem kecamatan Purwokerto Selatan yang mengembangkan pola pendidikan cerdas, kreatif dan berkarakter. RKWK berupaya menggali dan mengembangkan kecerdasan anak-anak, mengembangkan kreativitas berdasarkan kecerdasannya masing-masing dan diintegrasikan dengan pendidikan karakter bagi mereka.

“Melalui kegiatan bermain kata, logika, dan drama peserta didik di sini diupayakan menjadi anak-anak yang cerdas, kreatif dan berkarakter. Menjadikan lembaga pendidikan sebagai “Rumah Belajar”: interaksi laksana keluarga. Suasana yang nyaman dan menyenangkan, bermain aneka kreativitas, bahasa, logika/angka, warna, musik dan gerak menjadi rutinitas pembelajaran di sana, “tutupnya. (Rubiman)