SMA PABA BINJAI :  AYO MERDEKA BELAJAR

Tak terasa, pandemi Covid-19 sudah memasuki bulan ke enam. Bagi dunia pendidikan, perubahan proses belajar yang mengharuskan sistem daring, membuat sebagian besar anak didik kesulitan mengikuti ritme pembelajaran sekolah. Ya, keadaan ini memang terkesan tidak siap.

Mulai dari orang tua yang mengeluh, karna harus berperan aktif dalam proses belajar anak. Ketidaksiapan fasilitas yang membuat siswa ketinggalan pelajaran. Kerinduan-kerinduan siswa terhadap guru yang tak terhalang layar handphone. Namun semua sedang berjuang melawan musibah yang tak diinginkan ini.

Namun seiring perkembangan zaman, apalagi ditengah pandemi, mau tidak mau, siap tidak siap, pemerintah harus merubah tradisi belajar di Indonesia.

Dengan jiwa berbagi siswa/I SMA PABA Binjai melalui Gerakan Relawan Mengajar oleh OSIS bergerak mengajar ke rumah-rumah. “Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan kami siap kerumah masyarakat, mengobati rindu mereka  untuk belajar” ujar Syahrul Wakil Ketua OSIS.

Sabtu (12/9) di Mesjid Al- Muhtadin Bonjol kegiatan belajar mengajar berlansung dengan lancar. Ibu Ratna salah satu warga setempat berharap agar kegiatan belajar ini terus berlanjut, “karna sudah lama sekali anak-anak ini tidak belajar disekolah, dari pada mereka main tak menentu. Namun kita tetap menerapkan protokol kesehatan menurut saya tidak jadi masalah ya” ujar beliau.

Melihat fakta yang ada, kegiatan belajar daring tak melulu tentang kuota Internet, semangat peserta didik yang tak bertemu teman dan gurunya tentu juga jadi permasalahan. Itu sebabnya dalam pembelajaran tatap muka selama ini pun guru diharuskan memotivasi siswa. Kejenuhan, keterbatasan fasilitas, keterbatasan daya tangkap setiap anak pasti berbeda.

Tak banyak yang bisa kita lakukan untuk mengatasi kondisi saat ini. Kegiatan kecil yang kami lakukan harapannya bukan menjadi suatu hal yang menimbulkan kontroversi,  namun dijadikan motivasi. Bahwa kita yang tengah dilanda keterbatasan ruang gerak ini, sebenarnya tetap bisa berbuat dan bergerak dari ruang lingkup yang kecil.

Jangan melihat terlalu jauh, jika kamu seorang pelajar/mahasiswa lihat orang sekitar di lingkungan kita, ada berapa adik-adik yang bisa kita ajarkan disaat kondisi yang seperti ini. Karna sesungguhnya berbagi ilmu bisa dilakukan siapa saja bukan hanya tugas seorang guru profesional di sekolah.

Kr. Prity, Andre, Zahra